Tumbuhkan Minat dan Bakat Seni Siswa, Dinas Dikpora DIY Gelar GSMS

Untuk menumbuhkan minat dan bakat siswa dalam bidang seni dan budaya, Dinas Dikpora DIY menyelenggarakan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2019. Kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan, diantaranya ialah persiapan, pembelajaran, presentasi hasil belajar, dan pentas seni. Pentas seni merupakan puncak dari GSMS yang diselenggarakan selama dua hari, sabtu (5/10/2019) dan minggu (6/10/2019), di Monumen SO 1 Maret Yogyakarta.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin kerja sama dan sinergi antara sekolah dengan seniman; menumbuhkan budaya sekolah yang sehat, menyenangkan, mengasyikkan, serta mencerdaskan; meningkatkan ekosistem sekolah dan melestarikan, baik melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan seni dan budaya.

Ruang lingkup kegiatan ini sendiri ialah meliputi: Reog Anak oleh SDN Sawahan Bantul, yang diasuh oleh Puatno; Langen Carito oleh SDN 1 Ngijon Sleman, yang diasuh oleh Yunius Sri Wahyudi; Kubro Siswo oleh SDN Pengasih 3 Kulonprogo, yang diasuh oleh Abdul Amin; Tari Krida Jati Rasa oleh SMPN 3 Berbah, yang diasuh oleh Agus Sukino; Musik Tradisional Suwe Ora Jamu oleh SMPN 4 Pandak Bantul, yang diasuh oleh Anom Wibowo; Tari Angguk oleh SDN Paliyan Lor Kulonprogo, yang diasuh oleh Sri Muryanti; Ketoprak Anak oleh SDN Panggah 1 dan SDN Temuireng 2 Gunungkidul, yang diasuh oleh Suntono; Reog Bocah oleh SMPN 3 Panggang Gunungkidul, yang diasuh oleh Niken Nuryani; Tari Seni Senyum Indonesia oleh SMKN 7 Yogyakarta, yang diasuh oleh Umi Kusmiyati; Teater Jubah Macan oleh SMAN 3 Yogyakarta.

Sementara itu, Pentas Seni sendiri dibuka oleh Kepala Dinas Dikpora DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji. Dalam sambutannya, Kepala Dinas mengatakan, GSMS menjadi momen penting bagi siswa, karena GSMS bukan hanya teruntuk sekolah-sekolah tertentu yang sudah terpilih saja, melainkan juga menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain untuk menyelenggarakan hal yang sama.

 “Dinas Dikpora DIY sudah mencoba berbagai macam cara untuk mengembangkan karakter anak dengan sebaik-baiknya, mulai dari anak usia dini sampai dengan pendidikan mahasiswa,” terang Aji dalam sambutannya.

Salah satunya ialah, lanjutnya, dengan penyelenggaran GSMS yang sudah digalakkan sejak awal tahun 2019 ini.

Di samping itu, menurut Kepala Dinas, Dinas Dikpora DIY juga mempunyai program lain yang sejenis, tapi dengan tema dan prioritas yang berbeda, diantaranya: sekolah sejahtera, sekolah menyenangkan, dan sekolah berbasis budaya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas juga menjelaskan tentang maksud dari penyelenggaran GSMS. “GSMS adalah sebuah aktivitas yang tidak formal, sebuah aktivitas yang boleh dilakukan berbeda-beda, tetapi makna utamanya ialah bagaimana kita membawa seni ke sekolah dengan bimbingan yang baik, namun tidak menghilangkan kreativitas dari masing-masing sekolah yang ada,” papar Pria yang akarab disapa Aji itu.

Sekolah, lanjutnya, boleh memilih tema masing-masing, boleh berkreasi dan berinovasi, dan akan didukung penuh oleh Dinas Dikpora DIY dengan mengirimkan seniman untuk membimbing sekolah tersebut dalam mengembangkan kreativitasnya.

Kepala Dinas juga berharap pentas seni yang diselenggarakan di Monumen SO 1 Maret Yogyakarta ini bisa menjadi hiburan bagi para penonton, namun lebih dari itu, anak-anak yang mendapatkan kesempatan tampil bukan hanya pandai menampilkan seni saja, melainkan juga memahami dan menanamkan dalam jiwa masing-masing bahwa kegiatan ini ialah pendidikan karakter yang perlu dikembangkan.




Berita Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan