Di Candi Prambanan, Mendikbud Buka Kemah Budaya Kaum Muda

Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Bumi Perkemahan Candi Prambanan secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhajir Effendy, MAP., dengan memukul kentongan secara simbolik, didampingi oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Minggu (21/7/2019) Malam. Kegiatan yang akan dilaksanakan mulai tanggal 21 hingga 25 Juli 2019 ini diikuti oleh 561 peserta dari 130 kelompok yang datang dari 28 Provinsi yang ada di Indonesia.

Kegiatan ini bermula dari terselenggaranya Kongres Kebudayaan Indonesia pada tanggal 5 s/d 9 Desember 2018 lalu. Dari Kongres tersebut lahirlah gagasan penyelenggaraan Kemah Budaya Kaum Muda dengan tujuan untuk menjadi ruang inkubator yang mendorong lahirnya berbagai purwarupa dan inisiatif sosial untuk memperkuat upaya pemajuan kebudayaan berbagai daerah. Upaya pemajuan kebudayaan ini akan berbasis interaksi kreatif antar kaum muda sebagai garda depan dengan menggunakan pendekatan terpadu di bidang STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics)

Muhajir, dalam sambutannya, berharap agar penyelenggaraan KBKM di Candi Prambanan ini bisa memberikan spirit bagi para pemuda untuk selalu menjaga kerukunan dan toleransi antar sesama meskipun beda keyakinan karena itulah yang menjadi simbol dari tingkat keberadaban, kebudayaan, dan keluhuran budaya nenek moyang kita.

“Peninggalan nenek moyang kita yang menjadi background pagelaran pada malam hari ini adalah merupakan candi yang sebenarnya tidak hanya satu agama, tetapi di sini terkumpul candi-candi yang mendampingkan dua agama besar dunia di Inonesia. Dan kemudian candi-candi ini tetap lestari, dijaga dengan baik, dan yang menjaga adalah komunitas yang agamanya juga berbeda, yaitu islam,” kata Muhajir dalam sambutannya bertempat di Garden Resto, kawasan Candi Prambanan.

Menurut Muhajir, keluhuran budaya di Indonesia bukan baru-baru ini saja didengung-dengungkan, melainkan sudah dirintis oleh para nenek moyang sejak dulu kala. “Para nenek moyang sudah merintis budaya luhur yang sekarang harus selalu kita kembangkan, kita awetkan, dan kita jadikan bagian dari darah daging kita untuk hidup bergaul, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sehari-hari,” imbuhnya.

Selain itu, Muhajir juga berharap agar para peserta bisa berkolaborasi, bekerja sama dan menjaga kerukunan. “Saya mohon yang hadir di sini kelak harus membangun jaringan. Jangan pulang kemudian tidak punya kesan apa-apa, bahkan tidak kenal siapa-siapa, atau setelah kenal, lupa, atau hilang begitu saja tidak menjadi bagian dalam perjalanan hidup saudara,” terang Muhajir kepada para peserta yang mengikuti kemah, yang sudah terseleksi dari 3058 peserta dari 735 kelompok dari seluruh Indonesia.

Indonesia, katanya, akan kuat dan maju kalau generasi mudanya tidak sekedar mengedepankan kompetisi, tapi juga mengembangkan kolaborasi, kebersamaan, dan membangun jaringan-jaringan yang besar seluruh tanah air.

Pada kegiatan ini sendiri akan memperperlombakan empat ketegori ide, meliputi: Purwarupa Aplikasi, Purwarupa Fisik, Aktivasi Kegiatan, dan Aktivasi Kajian.




Berita Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan